Selasa , 16 Agustus 2022
Home / Berita / Potensi Zakat di Kabupaten Cirebon Capai Rp 200 Milyar

Potensi Zakat di Kabupaten Cirebon Capai Rp 200 Milyar

PROKOMPIM Setda  – Bupati Cirebon Drs H Imron M.Ag, melantik komisioner Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Cirebon periode 2022-2027.

Dalam kesempatan tersebut, Imron berharap komisioner yang baru, bisa meningkatkan kesadaran masyarakat, untuk bisa menyalurkan zakat,infak dan sodakohnya melalui Baznas Kabupaten Cirebon.

“Karena Baznas itu, salah satu lembaga non pemerintah, tapi cukup strategis,” ujar Imron, Jumat (28/01/2022).

Karena beberapa program Baznas ujar Imron, sangat mendukung program-program Pemkab Cirebon, terutama dalam bidang sosial dan keagamaan.

Imron juga meminta kepada pengurus Baznas yang baru, untuk bisa transparan dalam berbagai hal. Karena dengan transparan ini, membuat kepercayaan masyarakat menjadi meningkat.

“Kalau banyak orang yang menyalurkan zakat, infak dan sodaqohnya melalui Baznas, maka akan lebih banyak lagi yang terbantu,” kata Imron.

Bupati juga memastikan, bahwa distribusi anggaran dari Baznas Kabupaten Cirebon, dipastikan tepat sasaran. Ia mengajak kepada masyarakat Kabupaten Cirebon, untuk menyalurkan zakatnya melalui Baznas Kabupaten Cirebon.

“Daripada disalurkan kepada lembaga zakat yang tidak jelas, malah nanti disalurkan untuk hal yang tidak sesuai,” ujar Imron.

Sementara itu, Ketua Baznas Kabupaten Cirebon yang terpilih, KH. Ahmad Zaeni Dahlan mengatakan, salah satu tantangan dari pengurus Baznas Kabupaten Cirebon tahun ini, yaitu bisa menyerap potensi zakat yang begitu besar.

Menurutnya, potensi zakat, infak dan sodakoh di Kabupaten Cirebon, mencapai Rp 200 Milyar pertahun. Namun saat ini, Baznas Kabupaten Cirebon, baru bisa menyerap sebesar Rp 14 Milyar.

“Rp 14milyar itu, 90 persen dari ASN di Kabupaten Cirebon,” ujar Zaeni.

Ahmad mengungkapkan, ada sebanyak 12ribu ASN di Kabupaten Cirebon, setiap bulannya memberikan infaqnya sebesar Rp 100ribu perbulan.

Potensi zakat, infak dan sedekah yang paling besar di Kabupaten Cirebon yaitu dari retail (bisnis). Namun ia juga tidak menampik potensi zakat, infak dan sodakoh yang cukup besar dari kalangan pribadi.

“Manajemen Baznas akan lebih transparan dan akuntabel serta amanah. Sehingga nantinya, lebih dipercaya,” kata Ahmad.

Sedangkan program Baznas Kabupaten Cirebon pada kepengurusan baru ini, diantaranya yaitu akan melanjutkan sejumlah program yang sudah dijalankan oleh pengurus sebelumnya.

Salah satu program unggulanny, yaitu bantuan untuk Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu). Menurut Ahmad, program Rutilahu Baznas Kabupaten Cirebon, mendapatkan penghargaan dari Baznas Pusat.

“Kami juga akan memastikan, program yang dijalankan akan tepat sasaran dan bisa memberikan manfaat kepada masyarakat Kabupaten Cirebon,” katanya. (Tim Liputan)

About admin