Selasa , 6 Desember 2022
Home / Berita / Tekan Pengangguran Puluhan Pemuda Kabupaten Cirebon Dilatih Cukur

Tekan Pengangguran Puluhan Pemuda Kabupaten Cirebon Dilatih Cukur

Humas Kab. Cirebon  –  Walaupun peringkat pengangguran di Kabupaten Cirebon di Jawa Barat lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya, namun angka penganggurannya masih tinggi.

Wakil Bupati Cirebon, Wahyu Tjiptaningsih mengatakan, ada sebanyak 122 ribu warga Kabupaten Cirebon, yang belum memiliki pekerjaan.

Salah satu upaya menekan angka tersebut, pihaknya bersama dengan Dinas Tenaga Kerja Provinsi Jawa Barat, menyelenggarakan pelatihan cukur di Balai Latihan Kerja Disnakertrans Kabupaten Cirebon.

“Pemda harus berinovasi untuk bisa mengurangi angka pengangguran. Salah satunya dengan kegiatan ini,” kata Ayu, Senin 22 Februari 2021.

Sehingga ujar Ayu, pelatihan cukur yang diberikan kepada puluhan warga Kabupaten Cirebon ini, merupakan salah satu upaya menekan angka pengangguran.

Ia mengungkapkan, pandemi yang terjadi saat ini, memang sangat berdampak pada perekonomian di Kabupaten Cirebon. Sehingga pemda terus mencarikan solusi untuk mengatasi masalah tersebut.

“Salah satunya, kita terus berupaya untuk mendatangkan investor, yang nantinya bisa berdampak mengurangi pengangguran,” kata Ayu.

Rachmat Taufik Garsadi, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Barat mengatakan, dalam pelatihan cukur ini, para peserta nantinya akan mendapatkan sertifikat, sesuai dengan standar kompetensi kerja nasional.

“Banyak yang menganggap tukang cukur itu biasa saja. Kalau ini, nanti akan mendapatkan sertifikat nasional,” ujar Rachmat.

Dalam pelatihan ini, para peserta juga diajarkan cara melayani konsumen dalam kondisi pandemi covid 19.

Karena menurut Rachmat, banyak sekali masyarakat yang enggan melakukan cukur rambut, dikarenakan hawatir tertular covid 19.

“Dalam pelatihan ini, nanti diajarkan penerapan prokes di tempat usaha,” kata Rachmat.

Selain itu, pihaknya juga sudah siap untuk melakukan tindak lanjut dari pelatihan ini. Salah satunya untuk masalah permodalan dan kerjasama dengan pihak ketiga.

Rachmat mengaku akan terus mendorong para peserta untuk bisa membuka usaha sendiri atau bergabung dengan usaha cukur lainnya.

“Kami juga sudah bekerjasama dengan aplikasi online, untuk memudahkan pemesanan jasa cukur ini,” Kata Rachmat (Tim Liputan)