Jumat , 7 Oktober 2022
Home / Berita / Silaturahim Bupati Cirebon dengan Forum Kyai, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat Pabuaran

Silaturahim Bupati Cirebon dengan Forum Kyai, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat Pabuaran

Humas Setda   –   Selesai melakukan monitoring ujian sekolah tingkat SD di 6 sekolah, sekitar Pukul 10.30,  Bupati langsung menuju Pondok Pesantren As-salafiyyah yang bertempat tidak jauh dari lokasi monitoring terakhir di Desa Pabuaran Lor Kecamatan Pabuaran untuk acara silaturahim dengan forum kyai, tokoh agama, dan tokoh masyarakat. Acara ini dihadiri juga oleh para kyai, Camat Pabuaran, Muspika, para kyai di wilayah Pabuaran dan sekitarnya, para tokoh agama, serta tokoh masyarakat. Selasa (16/5/2017).

 

Acara silaturahmi diisi dengan beberapa sambutan dari beberapa kyai dan Bupati. Kyai Kusnadi, sebagai tuan rumah, mengawali sambutannya menyampaikan bahwa sebagai tuan rumah sangat senang didatangi oleh Bupati Cirebon. Selanjutnya disampaikan bahwa  pemerintah dan ulama atau para kyai harus bersama-sama dalam membangun masyarakat. Para kyai dan masyarakat juga harus mendukung kepada pemimpin yang sedang atau akan membangun masyarakat Kabupaten Cirebon.

 

Beranjak kepada sambutan kedua, Kyai H. Samsuri menyampaikan bahwa sebaik-baik tempat yang dikunjungi pemimpin termasuk Bupati adalah tempat majlisnya para alim ulama, para kyai. Para kyai juga harus tulus, ikhlas mendukung pimpinannya dalam rangka membangun umat khususnya meningkatkan kesejahteraan.  Selanjutnya, Kyai Samsuri menyampaikan bahwa bahwa semua yang hadir ini harus ridho dalam mendukung kepemimpinan Bupati  menjalankan program kerjanya.

 

Sambutan Bupati, menyampaikan bahwa beliau ingin dalam masa kepemimpinannya salah satunya adalah membangun masjid terbesar di Kabupaten Cirebon dengan islamic centernya yang didalamnya ada berbagai aktivitas keislaman. “Saya sudah menyiapkan luas tananhnya 20 ha” ujarnya. “Oleh karena itu, saya mohon doa restu dan dukungan agar dalam periode berikutnya dapat melanjutkan program-program pembangunan”, lanjutanya. Bupati juga mengemukakan kekawatirannya apabila beliau tidak menjabat, luas tanah 20 ha tersebut tidak digunakan untuk pembangunan masjid. “Setiap pemimpin memiliki cara berfikirnya masing-masing, tapi kalau saya menjabat lagi maka pembangunan mesjid yang lebih dari satu tahun, dapat dua tahun atau lebih maka sebelum berakhir masa jabatan, saya dapat meresmikannya “, tegasnya.

 

Beliau juga menyampaikan progres pembangunan khususnya infrastruktur jalan yang sebelumnya masih banyak yang belum bagus, dan sekarang dengan masa kepemimpinan tiga tahun menjabat sebagai Bupati telah mencapai tujuh puluh persen. “Jadi kalau tahun 2017 ini sepuluh persen saja berarti sudah delapan puluh persen,  sisanya dapat diselesaikan kalau saya kembali menjabat sebagai Bupati”, ungkapnya. Diakhir sambutannya, Bupati meminta doa restu dan dukungannya kepada yang hadir dalam pencalonannya untuk periode berikutnya.

 

Acara kemudia berakhir dan ditutup dengan do’a. Usai acara, Bupati menyalami para kyai dan undangan yang hadir.  Sebelumm meningglakan lokasi Bupati mampir di salah satu rumah kyai dan berbincang secara informal dengan para kyai dan tokoh masyarakat. (ES/AS)