Jumat , 12 Agustus 2022
Home / Berita / Manfaatkan Lahan Kritis Untuk Ruang Terbuka Hijau

Manfaatkan Lahan Kritis Untuk Ruang Terbuka Hijau

Humas Setda  –  Peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) dan Bulan Menanam Nasional (BMN) Tingkat Kab.Cirebon thn 2017, secara bersama – sama seluruh SKPD Kab. Cirebon melaksanakan penanaman pohon di Area Taman Makam Pahlawan Cakrabuana, Kelurahan Gegunung Kec. Sumber Kab. Cirebon pada hari Senin, 18/12 Pukul. 09.00 waktu setempat.

Peringatan Tahun ini dengan Tema ” Kerja Bersama, Makmurkan Rakyat, Lestarikan Alam” tema tersebut mempunyai makna yang sangat luas bahwasannya kita semua harus terlibat didalamnya baik itu para SKPD,  Instansi Pemerintah ataupun swasta, para organisasi massa serta yang menjadi pelaku utama adalah masyarakat, kesemuanya itu harus bersinergi dan bersatu dalam menjaga lingkungan kita masing – masing, dan memanfaatkan lahan yang kritis untuk membuka Ruang Terbuka Hijau, salah satunya adalah melestarikan lingkungan atau hutan disekitar kita.  Kaerna hutan merupakan ekosistem alam dan paru – parunya dunia, yang patut kita jaga kelestariannya.

Acara peringatan Hari penanaman pohon pada Tahun 2017 ini, turut hadir Bupati Cirebon, Dr. H. Sunjaya Purwadisastra, MM. M. Si, Wakil Bupati Cirebon, Shelly andriyani G, Wakil ketua DPRD Kab. Cirebon, Yuningsih, Seluruh SKPD Forkompimcam Kec. Sumber, para organisasi wanita serta undangan lainnya.

Asissten Perekonomian dan Pembangunan Kab. Cirebon, Drs. H. Harry Safari M. MM, menyampaikan laporannya,” Sesuai keputusan Presiden RI Nomor 24 Tahun 2008 telah ditetapkan bahwa tanggal 28 November sebagai Hari Penanaman Pohon Indonesia (HMPI) dan pada tanggal 18 Desember sebagai Bulan Memanam Nasional (BMN).

Kegiatan ini merupakan langkah awal sebagai upaya memulihkan kerusakan hutan dan lahan yang kritis dengan cara melakukan rehabilitasi kembali pencanangan penanaman pohon secara massal oleh seluruh element masyarakat beserta para SKPD yang ada di lingkungan pemerintah Kab. Cirebon sebagai bentuk kesadaran dan kepedulian terhadap upaya pemulihan sumber daya hutan dan lahan.

Degradasi hutan dan lahan disebabkan oleh  pembalakan liar perambahan hutan, pengurangan lahan hutan (deforestasi) untuk kepentingan pembangunan lain yang tidak memperhatikan kaidah konservasi alam, yang cenderung berakibat bencana banjir, kekeringan serta berkontribusi yang nyata terhadap pemanansan global.

Bupati Cirebon Dr. H. Sunjaya Purwasisastra, MM. M.Si menegaskan bahwa paru – parunya dunia yaitu Hutan, oleh karena itu pada moment peringatan seperti ini, saya tekankan kepada seluruh para SKPD, Instansi pemerintah dan swasta dihimbau agar melakukan penanaman pohon secara masal bersama – sama masyarakat.

karena perlu di ketahui bersama bahwa wilayah geografis kabupaten cirebon cenderung memilki cuaca yang panas maka sangatlah cocok bilamana kita semua melakukan penanaman pohon di setiap lingkungan kita masing – masing, dengan tujuan untuk menjaga ekosistem lingkungan di sekitarnya.

Karena hutan merupakan sponge effect , memiliki kemampuan untuk menangkap kabut, fungsi hutan sebagai “Green dam” yang dapat mengatur aliran air, memproduksi air, Serta memptoteksi tanah dari ancaman erosi. mudah – mudahan dengan dilakukannya kegiatan penanaman ini,  diharapkan wilayah kabupaten Cirebon semakin sejuk, bersih dan bebas dari banjir dan tanah lonsor.

Sesuai anjuran Presiden RI bahwa perlunya setiap orang harus menanam 25 batang pohon selama hidupnya itu merupakan kegiatan atau perbuatan yang sangat mulia yang kelak akan dirasakan manfaatnya oleh kita semua dan dampaknya akan dirasakan oleh anak cucu kita agar dapat menikmati lingkungan yang bersih, sejuk dan sehat. (NJ)