Minggu , 13 Juni 2021
Home / Berita / Pemkab Cirebon Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi dengan Pemberdayaan Mssyarakat

Pemkab Cirebon Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi dengan Pemberdayaan Mssyarakat

Humas Kab. Cirebon –  Pemerintah Kabupaten Cirebon terus berupaya untuk menekan angka kematian ibu dan bayi dengan berbagai cara.

Salah satu langkah yang akan dilakukan, yaitu menggerakkan kesadaran dan pemberdayaan masyarakat, untuk ikut berperan dalam menekan angka kematian ibu dan bayi.

Wakil Bupati Cirebon, Wahyu Tjiptaningsih, SE, M.Si mengatakan, ada beberapa konsep yang akan diterapkan dalam rangka menurunkan angka kematian ibu dan bayi ini. Salah satunya, yaitu yang disampaikan oleh akademisi dari Universitas Diponegoro.

“Tujuannya, yaitu untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi, serta meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” ujar Ayu, Selasa 6 April 2021.

Ayu menuturkan, butuh perencanaan dan inovasi, untuk benar-benar bisa menerapkan konsep yang tepat dalam rangka menurunkan angka kematian ibu dan bayi ini.

Walaupun sebenarnya, sejumlah upaya juga sudah dilaksanakanu untuk bisa menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Salah satunya, yaitu pendampingan yang dilakukan oleh puskesmas, bidan desa maupun kegiatan Posyandu yang dikelola oleh PKK.

“Sehingga nantinya, penerapan konsep pemberdayaan ini, bisa memaksimalkan yang sudah ada,” kata Ayu.

DR.Dra.Ayun Sriatmi, M.kes, Dosen Universitas Diponegoro mengatakan, bahwa potensi pemberdayaan di Kabupaten Cirebon cukup bagus.

Hal tersebut dibuktikan dengan kuatnya dukungan masyarakat. Hal ini ujar Ayun, menjadi modal yang sangat kuat, untuk bisa menjalankan konsep pemberdayaan.

“Dukungan dari masyarakat, menjadi modal yang sangat besar dalm konsep ini,” ujar Ayun.

Nantinya, ujar Ayun, konsep pemberdayaan ini, akan mengarahkan masyarakat untuk bisa memunculkan ide, kreativitas maupun kegiatan. Nantinya, kegiatan tersebut bisa didukung dengan dana dari desa, ataupun oleh Pemda.

Menurut Ayun, jika hal ini bisa berjalan, maka bisa menjadi percontohan yang menarik dalam pemberdayaan ini. Ia sendiri tidak muluk untuk menargetkan 0 persen angka kematian ibu dan bayi akan hilang.

Namun menurutnya, jika angka kematian ibu dan bayi bisa menurun, serta pemerintah desa sudah mau mengalokasikan anggaran untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi, maka hal tersebut sudah dirasa cukup bagus.

“Bukan hal yang tidak mungkin, bisa mencapai 0 persen angka kematian ibu dan bayi. Namun minimalnya, ada penurunan dan pemdes mau mengalokasikan anggaran untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi,”katanya. (Tim Liputan)