Minggu , 13 Juni 2021
Home / Berita / Pelabuhan Cirebon Bakal Layani Peti Kemas, Diharapkan Bisa Tingkatkan Ekonomi Cirebon

Pelabuhan Cirebon Bakal Layani Peti Kemas, Diharapkan Bisa Tingkatkan Ekonomi Cirebon

Humas Setda Kab.Cirebon – Pelabuhan Cirebon bakal melayani peti kemas, hal tersebut ditandai dengan penandatanganan kesepakatan, antara PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) Cabang Cirebon, dengan BPC HIPMI Kabupaten dan Kota Cirebon, Rabu 9 Juni 2021.

Dalam sambutannya, Bupati Cirebon Drs H Imron, M.Ag, menyambut baik adanya rencana pembukaan pelayanan petikemas ini. Menurutnya, hal ini akan cukup mempengaruhi kemajuan ekonomi di Cirebon.

Imron mengatakan, bahwa Cirebon merupakan lokasi yang sangat strategis dan memiliki sejumlah fasilitas transportasi, baik darat, laut maupun udara.

“Namun sayangnya, perekonomian diwilayah ini cukup lambat,” kata Imron.

Apalagi ujar Imron, dengan adanya pelayanan petikemas nanti, membuat biaya yang dikeluarkan oleh para pengusaha,menjadi bisa lebih ditekan.

Karena hingga saat ini, sejumlah pengusaha harus mengirimkan petikemasnya, melalui Jakarta. Tentunya hal tersebut memakan biaya yang cukup besar.

“Kalau pelabuhan ini nanti bisa melayani petikemas, maka akan menekan biaya, menjadi lebih rendah,” kata Imron.

Sementara itu, General Manager PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau IPC Cabang Cirebon Abdul Wahab mengatakan, pihaknya akan terus menseriusi kesepakatan yang sudah ditandatangani ini.

Ia menyebutkan, sejumlah kebutuhan untuk pelayanan petikemas ini, sudah banyak yang terpenuhi. Karena menurut Wahab, di Pelabuhan Cirebon sudah memiliki area untuk penumpukan petikemas, dermaga petikemas dan peralatannya.

“Tinggal kegiatannya saja yang belum,” kata Wahab.

Ada kegiatan pelayanan petikemas di Pelabuhan Cirebon ini, akan memberikan efek yang cukup banyak. Salah satunya, yaitu mengurangi biaya transportasi yang biasanya dikeluarkan oleh para pengusaha.

Wahab mengatakan, biaya transportasi yang dikeluarkan oleh para pengusaha, lebih banyak dihabiskan untuk biaya pengiriman menuju Jakarta.

“Karena biaya kapal hanya Rp 10juta, sedangkan biaya transportasinya mencapai Rp 15juta,” kata Wahab.

Dengan bisa ditekannya biaya transportasi ini, Wahab memastikan akan berpengaruh juga dengan harga produk asal Cirebon yang akan dijual nanti.

Sehingga nantinya, produk-produk asal Cirebon ini, akan bisa bersaing dengan produk-produk dari wilayah lainnya.

“Karena harganya bisa menjadi lebih murah,” kata Wahab. (Tim Liputan)