Sabtu , 4 Juli 2020
Home / Berita / Jelang Ramadhan: Bupati Pantau Harga dan Kebutuhan Bahan Pokok ke Pasar Tradisional dan Minimarket

Jelang Ramadhan: Bupati Pantau Harga dan Kebutuhan Bahan Pokok ke Pasar Tradisional dan Minimarket

[vc_row][vc_column][vc_column_text]Humas Setda  –    Tinggal tiga hari menjelang Ramadhan, Bupati Cirebon, DR. H. Sunjaya Purwadisastra, Drs., MM., M.Si., melakukan pemantauan ke sejumlah pasar tradsional dan minimarket dalam rangka memastikan ketersediaan stock serta harga-harga kebutuhan bahan pokok (Rabu, 24/05/17). Sebelum pemantauan dilaksanakan, Bupati dan rombongan yang dimotori Dinas Perdagangan dan Peridnustrian berkumpul di ruangan Bupati membahas lokasi dan  jalur pemantauan. Unsur Polres dengan Humasnya, beberapa SKPD seperti Dinas Pertanian, Dinas Ketahanan Pangam, Dinas Perhubungan, Bagian Humas dan Ekonomi Setda, Bulog, turut dalam tim pemantauan harga dan stock kebutuhan bahan pokok tersebut.

 

Tepat Pukul 07.00 Wib, Bupati dan rombongan meluncur ke Pasar Sumber yang jaraknya tidak jauh dari Kantor Setda Kabupaten Cirebon. Setiba di lokasi, Bupati langsung menyambangi satu persatu para pedagang yang dikagetkan dengan kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Cirebon ini yang diiringi puluhan orang. Disela-sela pemantauan harga kebutuhan bahan pokok, Bupati juga menyempatkan pedagang yang minta berfoto bersama.  Usai pemantauan di Pasar Sumber, Bupati dan rombongan langsung menuju gudang Indomaret dan diteruskan ke gudang Alfamart khususnya untuk melihat dan memastikan persedian kebutuhan pokok menjelang Ramadhan ini. Tanpa jeda, selepas pemantauan ke dua gudang tersebut, dilanjutkan ke Pasar Palimanan dan Pasar Pasalaran.

 

Bupati menghimbau kepada para pedagang agar tidak melakukan penimbunan  bahan pokok dan spekulasi harga yang dapat menimbulka  gejolak harga di pasar, karena ketersediaan barang sudah cukup dan aman hingga satu tahun kedepan. Selain itu, Bupati juga menghimbay kepada masyarakat agar tidak berbelanja secara berlebihan. “Hal ini karena sesuai hukum ekonomi, suppky and demand, hukum pernintaan dan penawaran, apabila masyarakat berbelanja secara berlebihan makan dapat menaikkan harga-harga barang”, ungkapnya dipenghujung monitoringnya ke sejumlah awak media yang menyertainya. (AS)[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]