Selasa , 21 Mei 2019
Home / Berita / Istri Bupati Kunjungi Anak Penderita Kangker

Istri Bupati Kunjungi Anak Penderita Kangker

[vc_row][vc_column][vc_column_text]Humas Setda – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Cirebon Hj Wahyu Tjiptaningsih SE MSi menjenguk bocah penderita tumor limfoma,Yusuf Maulana, Minggu (29/1/2017). Yusuf merupakan warga Desa Tegalgubug Kidul, Kecamatan Arjawinangun, dan sudah menderita tumor tersebut sejak usia 10 bulan.

Akibat penyakit ini, anak dari Kawiri (28) dan Rohimah (26) tersebut perutnya membesar, Yusuf juga di usianya yang 1,5 tahun ini belum bisa berjalan dan juga berbicara.

“Saya mendengar kabar tentang Yusuf beberapa waktu lalu dan langsung memutuskan untuk menjenguknya. Setelah dilihat, kondisinya sekilas terlihat sehat tapi memang penyakitnya bukan penyakit ringan,” kata Ayu, sapaan akrabnya.

Ayu menambahkan, kedatangannya ke kediaman Yusuf juga turut memberikan sejumlah bantuan, dan diharapkan bantuan tersebut bisa meringankan beban orangtuanya. Kawiri sendiri bekerja sebagai tukang rongsok, sementara Rohimah merupakan ibu rumah tangga.

“Yusuf harus bolak-balik ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung untuk melakukan kemoterapi. Mungkin proses kemoterapi ini memang melelahkan bagi Yusuf  serta orangtuanya, makanya saya ingin meringankan beban mereka. Semoga bantuan ini bisa meringankan beban mereka,” katanya.

Sementara itu, ibunda Yusuf, Rohimah, mengatakan, dari total 52 kemoterapi yang harus dilakukan, Yusuf baru menjalankan dua kemoterapi.

“Masih ada 50 kemoterapi lagi yang harus dilakukan. Mengingat banyak sekali kemoterapi yang harus dijalani. kami lelah, tapi kami ingin anak kami sembuh sehingga rasa lelah ini jadi sirna,”katanya

Saat usia 10 bulan, Yusuf mulai mengalami gejala tumor tersebut. Diantaranya batuk dan flu yang tak kunjung sembuh, kemudian ada benjolan di sekitar leher Yusuf.

“kami awalnya ke bidan dan menyatakan Yusuf tidak apa-apa. Karena tidak sembuh juga, kami membawa Yusuf ke RSUD Gunung Jati dan di sinilah dokter menyatakan jika Yusuf terkena tumor limfoma. Ahkirnya pihak RSUD Gunung Jati  mengirim Yusuf ke RSHS Sadikin karena di RS tersebut peralatan lebih lengkap,” ujarnya.

Rohimah menuturkan, beruntung BPJS Kesehatan menanggung seluruh biaya kemoterapi Yusuf. Menurutnya, dengan kondisi perekonomian keluarganya, mustahil dirinya bisa membiayai pengobatan Yusuf jika tidak di bantu oleh BPJS Kesehatan.

“Satu kali kemoterapi menghabiskan sekitar Rp.6 juta. Bayangkan saja harus ada 52 kemoterapi maka harusada uang berapa kalau tidak ditanggung BPJS Kesehatan. Tapi, biaya tebus obat di luar tanggungan BPJS, biaya Rp 1 juta/bulan.” Ucapnya. (Jay/Sw)[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]